Selasa, 13 Agustus 2019

Macam - macam lintasan hati


Macam- macam lintasan hati
Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada 4 macam :

1.Khatir rabbani ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali.

2.Khatir malaki yang datang disertai oleh rasa tuma'ninah dan ketentraman serta menjadi lebih kuat dengan dzikrullah , ia mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu - pintu ma'rifah dan memberikan pemahanan terhadap wahyu Allah dan ayat - ayatNya

3.Khatir Syaithani, ia selalu berubah - rubah ,ia menyuruh kepada banyak kejahatan tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertenti tapi maksudnya agar seseorang terjerumus kedalam kejahatan apapun. tandanya khatir tersebut menjadi lemah tatkala kita berdzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berdzikir kepada Allah dan membenci lintasan hati tersebut dan menolaknya, khatir semacam ini akan meleleh dengan dzikrullah.

4.Khatir nafsani, ia berhubungan dengan tujuan - tujuan nafsu dan syahwat . tandanya yaitu orang tersebut akan menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syari'at .Khatir ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat mati . wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya kepada Allah , mengingat kematian dan kepulangannya kepada Allah serta menyibukkan diri dengan dzikrullah dan merenungi hari akhirat.Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati ini .

Habib Umar bin Hafidz

Kamis, 08 Agustus 2019

Kartu Sholawat

KARTU SHOLAWAT.

Habib Umar bin Salim bin Hafidz :

"Diriwayatkan oleh Abul Qosim Albushairi didalam tafsir beliau :
Seseorang ketika ditimbang amalannya dimizan esok dihari kiamat maka lebih banyak amal kejahatannya, dia udah berprasangka "oh ini aku pasti binasa karena kejahatanku banyak , maka tiba - tiba datang seseorang mengeluarkan semacam kartu diletakan ditimbangan kebaikannya , kartu kecil langsung membuat amal kebaikannya jauh berlipat ganda dan menjadi berat.

maka bertanya orang tersebut : "Siapa gerangan engkau yang telah berbuat baik kepadaku dihari dimana keluarga,suami lari dari istri, anak lari dari ayah dan seterusnya tapi engkau mau datang berbuat baik kepadaku? siapa gerangan engkau?

maka berkata " Aku adalah Nabimu 'Muhammad' dan kartu tadi yang aku letakan itu adalah sholawatmu yang dahulu engkau bersholawat atasku, sengaja aku simpan kartu tersebut pada diriku sampai aku keluarkan disaat - saat yang paling engkau memerlukannya.

karena itu kita mendapati Ahlusunnah Waljama'ah pasti mereka banyak berkumpul mengadakan majelis sholawat atas Nabi Muhammad dalam majelis mereka membacakan semacem Maulid ataupun Burdah ataupun sholawat yang lain.

Diterjemahkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.

Mengatasi Was Was saat Berdzikir


Mengatasi Was Was saat berdzikir

Was was seperti ini atau apapun bentuknya , jika diluar kuasa anda tidak mengapa . yang membahayakan adalah jika anda mematuhinya , rela dengannya, mengikuti, mengakui dan mengamalkannya, maka tebusannya adalah dengan membencinya dan obatnya adalah dengan berpaling darinya
dan terus melakukan dzikrullah .
tidak hanya sekedar dzikir dengan lisan tapi juga anda hayati makna dzikir tersebut didalam hati.
tingkatan pertama khusyu dalam berdzikir adalah memaksakan hati dengan menghadirkan makna dzikir yang diucapkan.kemudian melekat maknanya dan mengakar. hingga lisan seakan bisa mengungkapkan makna yang sudah melekat dalam hati .
Dalam keadaan seperti ini anda akan memiliki kekuatan dalam khusyu.
Bukan maksud anda berdzikir hanya mengucapkanya dengan lisan, meskipun itu hal baik tapi tujuannya adalah anda berusaha membuka pintu untuk dzikir tersebut supaya menembus kedalam lubuk hati anda.seiring dengan itu anda akan terbebas dari kejahatan was was dengan karunia Allah.

Habib Umar bin Salim bin Hafidz

Mengatasi Lintasan Buruk dan Setan


Lintasan Buruk , Setan, dan Syahwat

Walaupun manusia merasa  berada dalam kondisi yang lemah atau mendapatkan serangan bertubi - tubi dari lintasan nafsu, setan dan syahwat yang rendah, maka hendaklah ia berhati - hati
dari perbuatan menyerah terhadap kondisi yang dialaminya, merasa lemah dalam menghadapinya, atau memiliki pemikiran bahwa lintasan - lintasan itu lebih kuat dari pertolongan dan rahmat Allah. padahal dirinya adalah makhluk yang menjadi tempat rahmat,maka hendaknya ia berpegang dengan sebab- sebab yang dapat mendatangkan rahmat , menghadapkan diri kepada sebab - sebab itu dan bersungguh - sungguh.
Sesungguhnya Allah yang Maha Besar
jika menguji dan mencoba hambaNya beberapa kali , lalu Dia melihatnya dalam keadaan merendah,memasrakan diri dan bergantung kepadaNya serta kembali dan menghadapkan diri kepadaNya dengan sungguh - sungguh , maka Dia akan mengangkat ujian tersebut darinya
lalu Dia akan mengantikan seluruh kejelekan menjadi kebaikan, kegelapan menjadi cahaya, dosa - dosanya menjadi pahala, dan membukakan baginya pintu hadiratNya,serta mengukuhkan pijakan yang teguh baginya.

Hendaklah berhati - hati dengan ucapan
"Aku lemah dihadapan syahwat ini"  Aku lemah dihadapan lintasan dan kesalahan ini"
memang benar jika bersama diri sendiri maka akaran lemah, tetapi jika bersama ikatan kepada Allah , RasulNya , jalan hidupnya , dan para pecintanya maka dia tidaklah lemah.
Bersungguh - sungguhlah kuatkan niat dan hadapkan diri kepada Allah.Bencilah segala sesuatu yang menghalangi kita dari Allah, walaupun sesuatu yang kita benci itu ada didalam diri kita dan melintas di hati,bencilah ia dan perbaikilah taubatmu kepada Allah. walaupun kaki kita segera tergelincir dalam kesalahan , maka segeralah memohon ampun lebih cepat dari kilat,

kita harus mengganti ketergelinciran dengan kejernihan dan bersungguh - sungguh dalam melakukannya , serta melakukannya dengan puncak kemampuan kita , Lalu kabar gembita bagi mereka yang melihat dirinya dipenuhi kotoran, jika mereka mengikuti perintah dah wasiat ini , maka kotoran yang ada pada dirinya akan berubah menjadi kejernihan, kegelapannya menjadi cahaya,kejelekannya menjadi kebaikan dan kekurangya menjadi kelebihan.

Syeikh Abu Bakar bin Salim Rahmat Murni

Habib Umar bin Salim bin Hafidz :

Saya Teringat dari pada suatu kisah mimpi yang diceritakan oleh Alhabib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar bin Salim

beliau AlHabib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar bin Salim dia baca alqur'an kemudian dia mau menghatamkan,
dia niat : "Saya mau menghatamkan digubahnya Syeikh Abu Bakar bin Salim

malam dia mimpi sebelum menghatamkan  Alqur'an dia bermimpi  seolah olah dia pergi  mau pergi ke gubah Syeikh Abu Bakar bin salim untuk hatamkan Qur'an dia jalan ketemu orang ditanya mau kemana engkau?
"Saya mau ketempat Syeikh Abu Bakar bin Salim mau kemakamnya, kekuburanya mau hatamin Qur'an

maka Syeikh Abu bakar tidak ada ditempat pergi ke makam al Imam Ahmad bin Isa alMuhajir maka orang tersebut berkata:"Kalau engkau mau ketempat syeikh abu bakar bin salim ayo saya ajak engkau ketempat Ahmad bin Isa Almuhajir "maka ayo ikut, maka seperti sayap keluar membawa dia dalam sesaat kepada Syeikh Abu Bakar bin Salim tempat Ahmad bin Isa Almuhajir

itu ketika ditangganya mau naik kemakam ziarah al Imam Ahmad bin Isa alMuhajir saya berjumpa Habib Abdurahman bin Ja'far Assegaf ,tatkala saya berjumpa dengan mereka semuanya nih..para aulia lagi pada ngumpul Aulia Barzah dan Aulia Dunia ngumpul disana tempat Ahmad bin Isa Almuhajir  yang hidup berdiri jangan duduk , yang duduk itu untuk orang yang sudah meninggal dunia

maka tatkala saya masuk dalam ruangan tersebut saya dapati RASULULLAH SAW duduk ditengah2 mereka diatas kursi , yang lain duduk dibawah semuanya

maka aku tetep berdiri dan aku dengar ucapan dan dialog mereka
maka Syeikh Abu Bakar bin Salim bertanya kepada Rasulullah Saw "bagaimana pendapatmu tentang kejadian- kejadian yang akan datang menimpa orang orang yang ada dizaman ini,dalam masa - masa dekat ini ?

kejadian ini,  mimpi ini sebelum masuknya masa komunis ke Negri Hadromaut yang dimana disitu banyak dibunuh dan dibantai para Ulama

maka ketika Rasulullah ditanya tentang apa pendapatnya tentang kejadian yang terjadi dimasa masa tersebut

maka Rasul berkata " ini adalah suatu perkara yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh Allah Swt maka berhati-hati diantara kalian yang bertindak kecuali dengan Rahmat dan Kasih sayang apabila dia mau bertindak.

dan Rasul berkata "Sebab Kalian yang berkumpul disini kalian adalah Rahmat Allah, yang Allah jadikan untuk sekalian Manusia, Terus Rasulullah Menoleh ke arah Syeikh Abu Bakar   "Terutama engkau Wahai Syeikh Abu Bakar Bin Salim ,Sebab engkau adalah rahmat murni dari ujung rambut sampai ujung kaki"

Diterjemahkan oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. 

Kamis, 06 Agustus 2015

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 7



Rincian Pintu-Pintu Masuk Setan ke dalam Hati
Setan mempunyai banyak pintu masuk menuju hati. Karena itu, engkau, wahai -orang mukmin, harus menutupnya.
Salah satu pintu utamanya adalah nafsu dan amarah. Amarah adalah perusak akal. Jika bala tentara akal melemah, bala tentara setan akan datang menyerang.
Salah satu pintu utama yang lain adalah iri hati dan tamak. Bilamana seorang hamba berlaku tamak terhadap apa pun, ketamakan itu akan membuatnya buta dan tuli. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah bersabda, “Kecintaanmu kepada sesuatu bisa membuatmu buta dan tuli.”
Pintu utama lainnya adalah kenyang, meskipun dari makanan yang halal dan bersih. Sesungguhnya kenyang bisa menguatkan nafsu, padahal nafsu adalah senjata bagi setan. Dikisahkan bahwa iblis menampakkan diri kepada Nabi Yahya bin Zakaria. Lantas Nabi Yahya melihat berbagai macam kail yang dibawa iblis. Beliau lalu bertanya, “Hai Iblis, apa gerangan kail-kail itu?” Iblis menjawab, “Ini adalah ragam nafsu yang kuhantamkan kepada anak-cucu Adam.” Nabi Yahya kembali bertanya, “Lalu adakah salah satu kail itu pada diriku?” Iblis menjelaskan, “Mungkin engkau kekenyangan sehingga membuatmu berat untuk mengerjakan shalat dan berzikir.” Nabi Yahya bertanya lagi, “Adakah yang lain?” Iblis menjawab, “Tidak.” Kemudian Nabi Yahya mengatakan, “Demi Allah, selamanya aku tidak akan lagi memenuhi perutku dengan makanan.” Lalu iblis membalas, “Demi Allah, selamanya aku tidak akan lagi menasihati seorang Muslim.”
Pintu utama yang lain adalah kemewahan dalam perabotan, pakaian, dan rumah. Jika setan melihat kemewahan telah menguasai hati seseorang, ia akan bertelur dan menetas di hati tersebut. Ia akan senantiasa mendorong orang tersebut untuk memperbanyak benda-benda tersebut dan bermewah-mewahan dengannya sehingga usianya berlalu dalam kelalaian dan ia dikejutkan dengan datangnya ajal.
Pintu utama lainnya adalah mengharap pujian manusia. Jika sifat ini sudah menguasai hati seseorang, setan akan senantiasa membuatnya senang untuk bersikap berpura-pura, sok manis, berlaku riya, dan melakukan tipu daya di depan orang yang menjadi objeknya, sehingga objek tadi seakan-akan sudah menjadi sembahannya. Orang yang mencari muka akan senantiasa memikirkan cara untuk membuat objeknya menyukai dirinya. Ia pun akan memuji objeknya dengan ucapan-ucapan manis yang melenakan, menyembunyikan keburukan-keburukannya, tidak menyerunya kepada kebaikan, dan tidak melarangnya dari kemungkaran.
Pintu masuk lainnya yang utama adalah tergesa-gesa dan tidak melakukan verifikasi. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salambersabda, “Tergesa-gesa berasal dari setan, sedangkan berhati-hati dari Allah Swt.” Sebab, setiap pekerjaan seharusnya dilakukan setelah direncanakan dengan matang. Perencanaan sendiri memerlukan perenungan dan kehati-hatian. Adapun ketergesaan menolak hal tersebut.
Pintu utama lainnya adalah dirham, dinar, dan semua jenis harta benda, baik yang berupa barang, kendaraan, maupun benda tidak bergerak. Setiap harta yang melebihi kebutuhan adalah tempat berdiamnya setan.
Pintu masuk utama lainnya adalah sifat kikir dan takut miskin. Sifat tersebut mencegah seseorang untuk bersedekah dan mendorongnya untuk menimbun. Di antara dampak buruk yang timbul dari sifat kikir adalah kegemaran berada di pasar guna mengumpulkan uang, serta tempat-tempat lain yang di dalamnya terdapat penipuan, kebohongan dan tipu daya.
Salah satu pintu utama yang lain adalah fanatisme terhadap mazhab dan sekte; juga kedengkian dan penghinaan kepada lawan. Itulah sebagian di antara yang menghancurkan hamba-hamba Allah dan orang-orang fasik secara keseluruhan.
Salah satu muslihat setan adalah ia memalingkan manusia dari aib-aib dirinya, dengan berbagai perselisihan dan pertengkaran antar-mazhab. Abdullah bin Mas’ud menuturkan, “Sekelompok orang berkumpul dan berzikir kepada Allah. Lalu setan mendatangi mereka dengan tujuan membuyarkan mereka dari majelis zikir dan membuat mereka bercerai berai. Namun, ia tidak berhasil. Ia kemudian mendatangi kelompok lain yang sedang membicarakan urusan duniawi. Ia pun memecah—belah mereka sehingga mereka bangkit saling membunuh di antara mereka. (Namun, bukan kelompok kedua ini yang menjadi target setan.) Kelompok yang tadinya berzikir kepada Allah lantas sibuk mengurus kelompok kedua dan mendamaikan mereka. Dengan kesibukan itu, kelompok pertama akhirnya membuyarkan diri dari majelis zikir mereka. Itulah tujuan setan terhadap mereka.”
Pintu utama lainnya adalah pintu yang membawa orang-orang awam yang belum mendalami dan menguasai ilmu agama untuk memikirkan zat Allah Swt., sifat-sifat-Nya, dan berbagai hal yang tidak bisa dicapai oleh nalar mereka sehingga mereka ragu terhadap pokok-pokok ajaran agama Islam atau tergambar di pikiran mereka berbagai persepsi tentang Allah yang tidak pantas disematkan kepada-Nya. Dengan demikian, orang-orang yang terjebak pada pintu ini bisa menjadi kafir atau pelaku bid’ah. Namun, mereka senang dan bahagia atas persepsi yang ada di dada mereka, seraya menyangkanya sebagai makrifat. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah bersabda, “Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kalian, lantas ia bertanya, ‘Siapakah yang menciptakanmu?’ Ia akan menjawab, ‘Allah Yang Mahasuci nan Mahaluhur.’ Setan bertanya lagi, ‘Siapa yang menciptakan Allah?’ Jika salah seorang di antara kalian mendapatkan pertanyaan seperti itu, hendaklah ia menjawab, ‘Aku beriman kepada Allah dan rasul-Nya.‘ Jawaban itu akan mengusir setan tersebut!’ Nabi Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam tidak memerintahkan umatnya untuk membahas cara mengatasi bisikan setan seperti itu, karena bisikan seperti itu hanya menghinggapi orang-orang awam, bukan para ulama. Sementara itu, kewajiban orang awam hanyalah beriman, berserah diri, dan menyibukkan diri dengan ibadah dan urusan penghidupan.
Di antara pintu-pintu setan yang utama adalah buruk sangka terhadap orang-orang Muslim. Allah Swt. berfirman, Wahai orang-orang yang beriman!Jauhilah sebagian besar prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa (QS Al-Hujurat [49]: 12). Siapa yang menilai buruk orang lain lantaran prasangka, setan mendorongnya untuk memanjangkan lidah dengan menggunjingnya, mengurangi pemenuhan terhadap hak-haknya, atau memandangnya dengan pandangan sebelah mata. Semua itu termasuk perkara-perkara yang mencelakakan.
Selain itu, syariat Islam juga melarang kita memosisikan diri pada kondisi yang bisa menimbulkan tuduhan orang lain. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salambersabda, “Takutlah kalian (hindarilah) terhadap tempat-tempatyang bisa menjadikan kalian tertuduh.”
Suatu ketika Rasulullah berjalan bersama Ummul Mukminin Shafiyah r.a., mengantarnya pulang ke rumahnya. Lalu mereka berpapasan dengan dua orang Anshar. Rasulullah lantas menjelaskan kepada mereka, “Dia Shafiyah binti Huyai.” Mereka lalu mengatakan, “Ya Rasulullah, kami hanya berprasangka baik kepadamu.” Lalu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setan masuk ke diri anak-cucu Adam melalui aliran darah di dalam tubuhnya. Sungguh, aku khawatir setan akan masuk ke diri kalian.” Lihatlah bagaimana Rasulullah perduli dan menjaga agama dua orang sahabatnya. Lihatlah bagaimana beliau menyayangi umatnya dengan mengajarkan kepada mereka cara menjaga diri dari tuduhan orang. Meskipun seseorang sangat tinggi kezuhudan, ketakwaan, dan keilmuannya, sesungguhnya mata manusia tidak sama dalam menilainya. Ada yang menilainya dengan pandangan kasih sayang dan ada pula yang menilainya dengan pandangan kebencian. Karena itu, sebuah syair mengatakan:
  • Mata kasih terhadap setiap aib adalah lemah.
  • Tetapi mata kebencian menampakkan semua keburukan.
  • Maka, sudah seharusnya kita menjaga diri dari berburuk sangka dan tuduhan dari orang-orang yang tidak baik.
  • Jika sudah buruk perbuatan seseorang, buruk pula prasangka-prasangkanya dan ia memercayai tuduhan-tuduhan atas perbuatan yang ia sudah terbiasa dengannya.
Pintu-pintu masuk setan ini harus ditutup, hati harus dibersihkan dari sifat-sifat yang tercela dengan memperbanyak zikir dan berserah diri kepada Allah, dan kita harus menuntut ilmu dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang bertakwa.

Sumber : Amal Pemusnah Kebaikan Ringkasan Bab Mukhlikat Ihya ‘Ulum al-Din karya Al Habib Umar bin Hafidz

Amal Pemusnah Kebaikan Bagian 6



Kewajiban untuk Menghindari Cengkeraman Setan terhadap Hati dan Menutup Pintu-Pintu Masuknya
Ketahuilah bahwa hati bagaikan bangunan berbentuk kubah yang memiliki beberapa pintu, di mana berbagai orang bisa masuk ke bangunan itu melalui pintu-pintu itu. Hati juga bisa diumpamakan seperti suatu objek yang menjadi target dari anak panah yang datang kepadanya dari segala arah. Pintu-pintu masuk berbagai pengaruh yang datang silih berganti ke dalam hati, adakalanya berupa sesuatu yang konkret, seperti pancaindra; dan kadangkala berupa sesuatu yang abstrak, seperti imajinasi [khayal], nafsu, amarah, dan akhlak-akhlak yang terbentuk dari tabiat dasar seseorang.
Pengaruh paling pentingyang masuk ke hati adalah bersit-hati atau bisikan-hati (khawathir), yaitu sesuatu yang mewujud di hati berupa pikiran dan ingatan. Sesuatu yang mewujud di hati tersebut adakalanya berupa pengetahuan terbarui dan adakalanya pengetahuan lama yang terpendam. Dinamakan bersit-hati karena ia tebersit atau terlintas di hati setelah terlupakan.
Awal dari segala perbuatan adalah bersit-hati (lintasan hati). Bersit-hati kemudian menggerakkan keinginan; keinginan lantas menggerakkan kemauan; kemauan kemudian menggerakkan niat; dan niat lantas menggerakkan anggota badan.
Bersit-hati dibagi menjadi dua. Ada yang mengajak kepada kejahatan dan berdampak buruk; dan ada yang menyeru kepada kebaikan dan bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Dua jenis bersit-hati tersebut berbeda. Bersit-hati yang terpuji dinamakan ilham (bisikan malaikat), sedangkan yang tercela disebut waswas (bisikan setan). Perbe-daan berbagai kejadian disebabkan oleh perbedaan sebab-sebabnya.
Penyebab bersit-hati yang menyeru kepada kebaikan dinamakan malaikat, sementara penyebab bersit-hati yang mengajak kepada keburukan disebut setan. Adapun kelembutan yang membuat hati siap untuk menerima ilham dinamakan taufiq, sedangkan kelembutan yang membuat hati siap untuk menerima waswas dari setan disebut ighwa’ (penipuan) dan khidzlan (penyesatan).
Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang bertugas untuk melimpahkan kebaikan dan ilmu, menyingkap hakikat dan kebenaran, menjanjikan kebaikan, dan memerintahkan kepada kebaikan. Allah menciptakan dan menundukkannya untuk mengemban tugas-tugas seperti itu. Adapun setan adalah ciptaan Allah yang mempunyai peran yang bertolak belakang dengan peran malaikat, yaitu menjanjikan keburukan, memerintahkan kepada kejahatan, serta menakut-nakuti orang yang hendak berbuat kebaikan, misalnya dengan kemiskinan.
Jadi, waswas adalah kebalikan dari ilham, setan adalah lawan dari malaikat, dan taufiq adalah kebalikan dari ighwa’ dan khidzlan. Allah Swt. berfirman, Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan (QS Al-Dzariyat [51]: 49).
 Jadi, segala yang wujud saling berkebalikan, kecuali Allah Swt. Sesungguhnya Allah itu esa tanpa kebalikan, tetapi Dia Maha Esa, Maha benar, Pencipta semua yang berpasangan.
Di dalam hati terjadi tarik-menarik antara setan dan malaikat. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah bersabda, “Didalam hati terdapatduasentuhan. Sentuhan dari malaikat merupakan janji kebaikan dan pembenaran terhadap kebenaran. Maka barang siapa mendapat sentuhan itu, ketahuilah bahwa itu datang dari Allah Yang Mahasuci, dan ucapkan puji syukur kepada-Nya. Sentuhan dari musuh (yaitu setan) merupakan janji keburukan, pendustaan terhadap kebenaran, dan larangan terhadap kebaikan. Maka barang siapa mendapatkan sentuhan (jahat) tersebut, hendaknya ia memohon perlindungan kepada Allah dari setan.” Kemudian Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam membaca firman Allah Swt., “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu.
 Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui’.’ Terkait dengan tarik-menarik hati oleh dua kekuatan ini, terdapat hadis yang menyatakan, “Hati orang mukmin berada di antara dua jari di antara jari-jariZat Yang Maha Penyayang nan Mahaluhur!’ Terkait dengan firman Allah Swt., (Aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan (bisikan) setan yang tersembunyi (QS Al-Nas [114]: 4). Mujahid mengatakan, “Setan membentangkan tangannya kepada hati. Jika hati berzikir kepada Allah, setan meringkuk dan bersembunyi. Tetapi jika hati lalai, setan membentangkan tangannya menguasai hati. Mengenai tarik ulur tersebut, Allah Swt. berfirman, Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah (QS Al-Mujadilah [58]: 19). Ibnu Wadhdhah menyatakan terkait dengan sebuah hadis yang dilansirnya, “Jika seseorang telah mencapai usia 40 tahun, tetapi belum bertobat, setan mengusapkan tangannya ke wajah orang tersebut.” Ia menambahkan, “Demi ayahku, itulah wajah orang yang tidak beruntung.” Dengan demikian, sudah jelas kiranya makna waswas, ilham, malaikat, setan, taufiq, dan khidzlan.
Maka, sudah seharusnya hamba Allah memperhatikan setiap bersit yang terlintas di hatinya agar ia tahu apakah itu berasal dari sentuhan malaikat atau setan. Ia pun hendaknya memperhatikan hal tersebut dengan mata batin, cahaya ketakwaan, dan naluri ilmu, bukan dengan hawa nafsu. Sebagaimana firman Allah Swt., Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat dari setan, mereka pun segera ingat. Maksudnya, mereka segera berpaling kepada cahaya ilmu. Maka ketika itu juga mereka bisa melihat (QS Al-A’raf [7]: 201). Maksudnya, tersingkap bagi mereka segala kesulitan. Adapun orang yang tidak menempa dirinya dengan ketakwaan sehingga hatinya cenderung mematuhi tipu daya setan dan menuruti hawa nafsu, ia banyak melakukan kesalahan dan mempercepat kehancuran dirinya, tetapi ia tidak merasa.

Sumber: Amal Pemusnah Kebaikan Ringkasan Bab Mukhlikat Ihya ‘Ulum al-Din karya Al Habib Umar bin Hafidz