Selasa, 13 Agustus 2019

Macam - macam lintasan hati


Macam- macam lintasan hati
Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada 4 macam :

1.Khatir rabbani ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali.

2.Khatir malaki yang datang disertai oleh rasa tuma'ninah dan ketentraman serta menjadi lebih kuat dengan dzikrullah , ia mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu - pintu ma'rifah dan memberikan pemahanan terhadap wahyu Allah dan ayat - ayatNya

3.Khatir Syaithani, ia selalu berubah - rubah ,ia menyuruh kepada banyak kejahatan tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertenti tapi maksudnya agar seseorang terjerumus kedalam kejahatan apapun. tandanya khatir tersebut menjadi lemah tatkala kita berdzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berdzikir kepada Allah dan membenci lintasan hati tersebut dan menolaknya, khatir semacam ini akan meleleh dengan dzikrullah.

4.Khatir nafsani, ia berhubungan dengan tujuan - tujuan nafsu dan syahwat . tandanya yaitu orang tersebut akan menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syari'at .Khatir ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat mati . wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya kepada Allah , mengingat kematian dan kepulangannya kepada Allah serta menyibukkan diri dengan dzikrullah dan merenungi hari akhirat.Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati ini .

Habib Umar bin Hafidz

Kamis, 08 Agustus 2019

Kartu Sholawat

KARTU SHOLAWAT.

Habib Umar bin Salim bin Hafidz :

"Diriwayatkan oleh Abul Qosim Albushairi didalam tafsir beliau :
Seseorang ketika ditimbang amalannya dimizan esok dihari kiamat maka lebih banyak amal kejahatannya, dia udah berprasangka "oh ini aku pasti binasa karena kejahatanku banyak , maka tiba - tiba datang seseorang mengeluarkan semacam kartu diletakan ditimbangan kebaikannya , kartu kecil langsung membuat amal kebaikannya jauh berlipat ganda dan menjadi berat.

maka bertanya orang tersebut : "Siapa gerangan engkau yang telah berbuat baik kepadaku dihari dimana keluarga,suami lari dari istri, anak lari dari ayah dan seterusnya tapi engkau mau datang berbuat baik kepadaku? siapa gerangan engkau?

maka berkata " Aku adalah Nabimu 'Muhammad' dan kartu tadi yang aku letakan itu adalah sholawatmu yang dahulu engkau bersholawat atasku, sengaja aku simpan kartu tersebut pada diriku sampai aku keluarkan disaat - saat yang paling engkau memerlukannya.

karena itu kita mendapati Ahlusunnah Waljama'ah pasti mereka banyak berkumpul mengadakan majelis sholawat atas Nabi Muhammad dalam majelis mereka membacakan semacem Maulid ataupun Burdah ataupun sholawat yang lain.

Diterjemahkan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.

Mengatasi Was Was saat Berdzikir


Mengatasi Was Was saat berdzikir

Was was seperti ini atau apapun bentuknya , jika diluar kuasa anda tidak mengapa . yang membahayakan adalah jika anda mematuhinya , rela dengannya, mengikuti, mengakui dan mengamalkannya, maka tebusannya adalah dengan membencinya dan obatnya adalah dengan berpaling darinya
dan terus melakukan dzikrullah .
tidak hanya sekedar dzikir dengan lisan tapi juga anda hayati makna dzikir tersebut didalam hati.
tingkatan pertama khusyu dalam berdzikir adalah memaksakan hati dengan menghadirkan makna dzikir yang diucapkan.kemudian melekat maknanya dan mengakar. hingga lisan seakan bisa mengungkapkan makna yang sudah melekat dalam hati .
Dalam keadaan seperti ini anda akan memiliki kekuatan dalam khusyu.
Bukan maksud anda berdzikir hanya mengucapkanya dengan lisan, meskipun itu hal baik tapi tujuannya adalah anda berusaha membuka pintu untuk dzikir tersebut supaya menembus kedalam lubuk hati anda.seiring dengan itu anda akan terbebas dari kejahatan was was dengan karunia Allah.

Habib Umar bin Salim bin Hafidz

Mengatasi Lintasan Buruk dan Setan


Lintasan Buruk , Setan, dan Syahwat

Walaupun manusia merasa  berada dalam kondisi yang lemah atau mendapatkan serangan bertubi - tubi dari lintasan nafsu, setan dan syahwat yang rendah, maka hendaklah ia berhati - hati
dari perbuatan menyerah terhadap kondisi yang dialaminya, merasa lemah dalam menghadapinya, atau memiliki pemikiran bahwa lintasan - lintasan itu lebih kuat dari pertolongan dan rahmat Allah. padahal dirinya adalah makhluk yang menjadi tempat rahmat,maka hendaknya ia berpegang dengan sebab- sebab yang dapat mendatangkan rahmat , menghadapkan diri kepada sebab - sebab itu dan bersungguh - sungguh.
Sesungguhnya Allah yang Maha Besar
jika menguji dan mencoba hambaNya beberapa kali , lalu Dia melihatnya dalam keadaan merendah,memasrakan diri dan bergantung kepadaNya serta kembali dan menghadapkan diri kepadaNya dengan sungguh - sungguh , maka Dia akan mengangkat ujian tersebut darinya
lalu Dia akan mengantikan seluruh kejelekan menjadi kebaikan, kegelapan menjadi cahaya, dosa - dosanya menjadi pahala, dan membukakan baginya pintu hadiratNya,serta mengukuhkan pijakan yang teguh baginya.

Hendaklah berhati - hati dengan ucapan
"Aku lemah dihadapan syahwat ini"  Aku lemah dihadapan lintasan dan kesalahan ini"
memang benar jika bersama diri sendiri maka akaran lemah, tetapi jika bersama ikatan kepada Allah , RasulNya , jalan hidupnya , dan para pecintanya maka dia tidaklah lemah.
Bersungguh - sungguhlah kuatkan niat dan hadapkan diri kepada Allah.Bencilah segala sesuatu yang menghalangi kita dari Allah, walaupun sesuatu yang kita benci itu ada didalam diri kita dan melintas di hati,bencilah ia dan perbaikilah taubatmu kepada Allah. walaupun kaki kita segera tergelincir dalam kesalahan , maka segeralah memohon ampun lebih cepat dari kilat,

kita harus mengganti ketergelinciran dengan kejernihan dan bersungguh - sungguh dalam melakukannya , serta melakukannya dengan puncak kemampuan kita , Lalu kabar gembita bagi mereka yang melihat dirinya dipenuhi kotoran, jika mereka mengikuti perintah dah wasiat ini , maka kotoran yang ada pada dirinya akan berubah menjadi kejernihan, kegelapannya menjadi cahaya,kejelekannya menjadi kebaikan dan kekurangya menjadi kelebihan.

Syeikh Abu Bakar bin Salim Rahmat Murni

Habib Umar bin Salim bin Hafidz :

Saya Teringat dari pada suatu kisah mimpi yang diceritakan oleh Alhabib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar bin Salim

beliau AlHabib Ahmad bin Ali bin Syeikh Abu Bakar bin Salim dia baca alqur'an kemudian dia mau menghatamkan,
dia niat : "Saya mau menghatamkan digubahnya Syeikh Abu Bakar bin Salim

malam dia mimpi sebelum menghatamkan  Alqur'an dia bermimpi  seolah olah dia pergi  mau pergi ke gubah Syeikh Abu Bakar bin salim untuk hatamkan Qur'an dia jalan ketemu orang ditanya mau kemana engkau?
"Saya mau ketempat Syeikh Abu Bakar bin Salim mau kemakamnya, kekuburanya mau hatamin Qur'an

maka Syeikh Abu bakar tidak ada ditempat pergi ke makam al Imam Ahmad bin Isa alMuhajir maka orang tersebut berkata:"Kalau engkau mau ketempat syeikh abu bakar bin salim ayo saya ajak engkau ketempat Ahmad bin Isa Almuhajir "maka ayo ikut, maka seperti sayap keluar membawa dia dalam sesaat kepada Syeikh Abu Bakar bin Salim tempat Ahmad bin Isa Almuhajir

itu ketika ditangganya mau naik kemakam ziarah al Imam Ahmad bin Isa alMuhajir saya berjumpa Habib Abdurahman bin Ja'far Assegaf ,tatkala saya berjumpa dengan mereka semuanya nih..para aulia lagi pada ngumpul Aulia Barzah dan Aulia Dunia ngumpul disana tempat Ahmad bin Isa Almuhajir  yang hidup berdiri jangan duduk , yang duduk itu untuk orang yang sudah meninggal dunia

maka tatkala saya masuk dalam ruangan tersebut saya dapati RASULULLAH SAW duduk ditengah2 mereka diatas kursi , yang lain duduk dibawah semuanya

maka aku tetep berdiri dan aku dengar ucapan dan dialog mereka
maka Syeikh Abu Bakar bin Salim bertanya kepada Rasulullah Saw "bagaimana pendapatmu tentang kejadian- kejadian yang akan datang menimpa orang orang yang ada dizaman ini,dalam masa - masa dekat ini ?

kejadian ini,  mimpi ini sebelum masuknya masa komunis ke Negri Hadromaut yang dimana disitu banyak dibunuh dan dibantai para Ulama

maka ketika Rasulullah ditanya tentang apa pendapatnya tentang kejadian yang terjadi dimasa masa tersebut

maka Rasul berkata " ini adalah suatu perkara yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh Allah Swt maka berhati-hati diantara kalian yang bertindak kecuali dengan Rahmat dan Kasih sayang apabila dia mau bertindak.

dan Rasul berkata "Sebab Kalian yang berkumpul disini kalian adalah Rahmat Allah, yang Allah jadikan untuk sekalian Manusia, Terus Rasulullah Menoleh ke arah Syeikh Abu Bakar   "Terutama engkau Wahai Syeikh Abu Bakar Bin Salim ,Sebab engkau adalah rahmat murni dari ujung rambut sampai ujung kaki"

Diterjemahkan oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan.